
Muhammad Jatnika Sadili
Menjalani ibadah puasa di tengah kompetisi yang memasuki fase krusial menjadi tantangan tersendiri bagi gelandang PERSIB, Beckham Putra Nugraha. Memainkan lima pertandingan selama Ramadan, Beckham menegaskan, kedisiplinan terhadap pola makan merupakan sebuah keharusan.
Bagi Beckham, Ramadan bukan sekadar menjalankan kewajiban religi, melainkan ujian profesionalisme. Ia menyadari, nutrisi dan istirahat yang tepat merupakan "bahan bakar" utama untuk selalu tampil maksimal di pertandingan.
Beckham mengakui, makanan khas Ramadan untuk berbuka puasa cukup menggoda seleranya. Namun, ia memilih untuk tidak sembarangan menyantap menu berbuka maupun sahur. Karena ia menyadari, keseimbangan gizi menjadi faktor penentu agar kondisi fisiknya tidak melorot saat bertanding dalam keadaan berpuasa atau setelah berbuka.
"Harus jaga makan dan jaga istirahat. Itu jadi tambahan energi. Apalagi di puasa kali ini banyak pertandingan, lima laga penting. Kami harus benar-benar fokus demi meraih hasil maksimal," kata pemain bernomor punggung 7 ini.
Dia mengakui, salah satu tantangan saat Ramadan adalah maraknya hidangan takjil yang digoreng. Namun, Beckham memilih untuk tidak mengonsumsinya
Bahkan menjalani tahun kedua Ramadan bersama istrinya, Beckham tetap menjalankan kedisiplinannya di meja makan. Menurutnya, saat istri menyiapkan menu ayam spesial di rumah, Beckham tetap menerapkan standar atlet profesional dalam porsinya.
"Masakan spesial istri itu ayam, tapi kalau sudah mendekati pertandingan, saya harus kurangi yang digoreng-goreng. Nanti baru setelah pertandingan selesai, makan bisa agak bebas sedikit. Semoga dengan mengarungi puasa ini bisa bawa berkah dan bisa juara lagi," katanya.***


