
N/A
Pertandingan PERSIB melawan Malut United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat, 6 Februari 2026 lalu, bukan hanya menghadirkan atmosfer kompetisi yang penuh energi, tetapi juga menjadi bagian dari langkah nyata klub dalam membangun praktik keberlanjutan di lingkungan stadion.
Dalam laga tersebut, sebanyak 4.862 kilogram sampah berhasil dikelola melalui sistem pengelolaan terintegrasi yang dijalankan bersama mitra resmi pengelolaan waste management stadion, Jubelo. Berdasarkan laporan keberlanjutan pertandingan, komposisi sampah terdiri dari 985 kg sampah organik (31,8%), 2.147 kg sampah anorganik (40%), dan 1.730 kg sampah residu (28,2%).
Seluruh proses pengelolaan ini dilakukan melalui kolaborasi antara PERSIB dan Jubelo dengan pendekatan zero waste to landfill, di mana tidak ada sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sampah organik diolah menjadi pakan maggot dan kompos, sampah anorganik dikirim ke fasilitas daur ulang untuk dimanfaatkan kembali, sementara sampah residu diproses melalui fasilitas khusus sesuai prosedur.
Head of Communications PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menyampaikan bahwa langkah ini bukan sekadar bagian dari operasional pertandingan, tetapi juga cerminan nilai yang ingin terus ditumbuhkan bersama Bobotoh.
"Bagi PERSIB dan Bobotoh, GBLA bukan sekadar venue pertandingan. GBLA adalah rumah kita, tempat emosi, kebanggaan, dan sejarah PERSIB terus bertumbuh. Seperti halnya rumah sendiri, stadion ini layak dirawat dengan kesadaran dan rasa tanggung jawab bersama. Menjaga kebersihan GBLA berarti menjaga kenyamanan, keselamatan, sekaligus martabat PERSIB itu sendiri," ujarnya.
Capaian pada laga melawan Malut United ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan yang telah dijalankan secara konsisten sepanjang musim. Melalui kolaborasi PERSIB dan Jubelo dengan prinsip zero waste to landfill, pengelolaan sampah juga telah dilakukan pada berbagai pertandingan sebelumnya, di antaranya:
- 4.895 kg saat PERSIB vs PSBS Biak
- 6.571 kg saat PERSIB vs Persija Jakarta
- 2.948 kg saat PERSIB vs Borneo FC
- 3.916 kg saat melawan Bangkok United
- 3.872 kg saat menghadapi Bhayangkara FC
- 4.972 kg saat kontra PSM Makassar
- 3.003 kg saat PERSIB vs Dewa United
- 2.522 kg saat melawan Lion City Sailors
- 1.564 kg saat menghadapi Persebaya Surabaya
- 1.903 kg saat melawan Persis Solo
- 2.079 kg saat kontra Selangor FC
Konsistensi ini juga didukung oleh operasional di lapangan. Dalam pertandingan tersebut, sebanyak 442 trashbag digunakan dengan dukungan 42 tenaga kerja yang bertugas memastikan proses pengelolaan berjalan optimal.
Inisiatif ini juga selaras dengan penerapan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) yang mendorong praktik ramah lingkungan, efisiensi sumber daya, serta kontribusi terhadap komunitas berkelanjutan.
Melalui kampanye #JagaGBLAJagaPERSIB, klub terus mengajak seluruh Bobotoh untuk merawat GBLA seperti rumah sendiri. Hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, mengikuti arahan petugas, dan menjaga fasilitas stadion adalah bentuk dukungan yang tak kalah penting dari nyanyian di tribun.
GBLA adalah rumah kita. Menjaganya adalah cara kita menjaga PERSIB.***


