Persib © PERSIB.co.id/Rivan Mandala

kolom
Senin, 30-07-2018 23:06 WIB

PERSIB Juara di Antara Perjuangan dan Mitos

Sepakbola memang tak sama dengan matematika yang mempunyai rumus pasti. Namun, ada beberapa mitos dan catatan apik PERSIB paruh musim membuat peluang besar mengakhiri Go-Jek Liga 1 2018 sebagai juara. 

Namun, harapan itu pun harus mereka perjuangan dengan mematahkan mitos PERSIB selama ini. Maung Bandung sulit juara dengan format kompetisi penuh. Dua gelar juara yang PERSIB dapatkan, musim 1994/1995 dan ISL 2014 mereka raih melalui format turnamen.

Musim 2007, PERSIB sempat menjadi pemuncak klasemen pada paruh musim. Sayang, putaran kedua mereka tergelincir ke posisi lima. 

Selain data itu, mitos lainnya adalah, belum ada pelatih asing yang berhasil membawa Maung Bandung juara. Pada musim 2007 pun, Arcan Lurie pun hanya mampu sampai juara paruh musim, sisanya PERSIB gagal juara. Djadjang Nurdjaman dan Indra Thoir ‎ yang sukses bawa juara.

Akan tetapi,  Mario Gomez dan pemainnya tidak perlu berkecil hati. Mereka tetap punya peluang untuk memupus mitos-mitos negatif timnya. Terlebih, tangan dingin pelatih Argentina tersebut sukses membuat bobotoh percaya musim ini PERSIB berpeluang juara.

Ada mitos dalam sepakbola Indonesia lainnya. Posisi puncak tengah musim dan berhasil menang atas Persipura menjadi salah satu mitos di dunia sepakbola Indonesia menentukan juara kompetisi. Sejak 2009/2010, tim yang dalam posisi tersebut, punya peluang juara kompetisi tertinggi di Indonesia.

Kondisi yang saat ini sukses PERSIB dapatkan. Maung Bandung mengakhiri putaran pertama Go-Jek Liga 1 sebagai pemuncak klasemen sementara dengan torehan poin 29. Salah satu kemenangan mereka dapatkan dari Persipura Jayapura dengan skor 2-0, di 12 Mei lalu. 

Kondisi serupa seperti Arema musim 2009/2010. Tim asal Malang tersebut berhasil juara setelah kalahkan Persipura. Kondisi itu berulang pada musim berikutnya, saat Sriwijaya menjadi juara paruh musim dan mengalahkan Persipura. Terakhir 2014, PERSIB juara setelah kalahkan tim Mutiara Hitam saat final ISL 2014.

Dari sisi kekuatan tim, catatan-catatan positif sukses ditorehkan Supardi Nasir Bujang dan kawan-kawan. Dari 17 laga yang mereka lakoni putaran pertama, PERSIB menjadi tim yang sedikit kebobolan. Pangeran Biru memiliki selisih 10 gol. Sebanyak 26 gol mereka ciptakan dengan 16 gol kemasukan. Angka itu membuat PERSIB sebagai tim dengan pertahanan yang baik. 

Catatan apik lainnya adalah, kerjasama tim yang hebat mengantarkan Ezechiel N'Douasel sebagai top skor sementara dengan 13 gol. Striker PERSIB asal Chad ini pun berhasil menorehkan tinta emas dalam karier sepakbolanya di Indonesia.

Semoga catatan positif bisa membuat sejarah baru PERSIB musim ini. ***

berita harian
Jamu Persem, Maung Anom Bertekad Jaga Tren Kemenangan
Dedi Tarmizi bertekad membawa timnya meraih kemenangan saat menjamu Persem Mojokerto
Selasa, 16-10-2018 22:20 WIB
berita harian
Maung Anom Mulai Bersiap Hadapi Persem Mojokerto
Maung Anom kembali berlatih di Stadion SPOrT Jabar, Arcamanik
Selasa, 16-10-2018 21:37 WIB
berita harian
PERSIB Kantongi Lisensi Klub Profesional AFC
PERSIB secara resmi meraih predikat klub profesional AFC
Selasa, 16-10-2018 21:05 WIB