Persib Bandung

Tim Medis PERSIB Berjuang Meminimalisir Hamstring

Minggu, 08-01-2017 14:27
Benidiktus saat menangani pemulihan cedera purwaka musim lalu © PERSIB.co.id/M. Jatnik S
 
Cedera hamstring strain atau tertariknya otot paha bagian belakang menjadi cedera pemain yang sering dialami sebuah tim dalam semusim. Kondisi itu juga yang dialami PERSIB selama mengarungi TSC 2016 presented by Indosat Ooredoo, tahun lalu.

Dari data dan hasil analisis tim medis Maung Bandung, yakni dokter M. Rafi Ghani dan fisioterapis Benidektus Adi P, selama 2016 cedera hamstring menjadi yang sering diderita pemainnya. 

Sebanyak 12 jenis cedera yang menimpa pemainnya selama 2016, jika dipresentasekan tertinggi adalah hamstring 45 persen. Angka itu terbagi menjadi tiga, hamstring strain grade satu sebanyak 27 persen, trendinopathy hamstring 11 persen dan hamsting strain grade dua sebanyak 7 persen.

Selain hamstring cedera tertinggi lainnya adalah anterior talofibular ligament (ATFL) ankle sprain. Kasus ini terjadi sebanyak 11 persen selama 2016. Sisanya, dibawah 5 persen, seperti fraktur patella, Posterior Cruciate Ligament (PCL) sprain, tendinopathy achiles, meniscus tear masing-masing 4 persen. 

"Dari jurnal dan literatur yang saya baca, di hampir semua klub dunia lain pun sama, hamstring memang sering menjadi kendala utama. Sekelas Barcelona juga persoalannya sama," kata fisioterapis tim, Benidektus Adi P, Sabtu (7/01/2016).

Dia menjelaskan, banyaknya frekuensi cedera hamstring kepada atlet profesional karena otot tersebut sebagai penggerak utama saat berlari yang membutuhkan daya ledak. Sehingga pembebanan otot semakin besar dan memperbesar resiko overstretch.

"Resiko semakin besar apabila kesiapan dan kelenturan otot kurang maksimal. Penyebab dari cedera hamstring salah satunya adalah kurang warming up dan stretching minimal 10 menit sebelum aktivitas olahraga," jelasnya.

Meskipun begitu, bersama dokter tim, Beni mengaku menolak menyerah dan terus berusaha mencari formula yang tepat untuk meminimalisir cedera tersebut. Sarjana fisioterapis dari Solo ini mengaku terus berkonsultasi bersama pelatih fisik Yaya Sunarya untuk bersama memecahkan persoalan tersebut.

"Kita akan terus cari formula yang paling tepat. Bekerjasama dengan dokter dan pelatih fisik untuk lebih perhatian pada otot tersebut. Dengan begitu kita bisa lebih meminimalisir hal tersebut," ucapnya.***

Bergabunglah Bersama PERSIB :

Komentar

Minggu, 10-04-2016 06:50
Rabu, 28-12-2016 17:55
Kamis, 18-02-2016 21:51
Sabtu, 24-12-2016 07:45
Jumat, 17-03-2017 21:27
Selasa, 01-03-2016 14:12
Rabu, 16-11-2016 13:01
Minggu, 12-02-2017 23:16
Minggu, 28-02-2016 18:32
Rabu, 15-03-2017 14:32
Minggu, 20-03-2016 19:30
Jumat, 15-04-2016 12:59

2017

7

Pertandingan dimainkan

3

Menang

8

Gol

16

Shot On Target

13

Kartu Kuning

4

Imbang

4

Kemasukan

32

Shot Off Target

0

Kartu Merah

0

Kalah

5

Clean Sheet

34150

Penonton di Kandang